BERBAGI BUKU di pernikahan KAMI

Bawa bukumu dan titipkan di dropbox kami

Taman Baca Inovator

Taman Baca Inovator (TBI) merupakan Yayasan Sosial yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya dalam membangun minat baca anak sejak dini di wilayah marginal.

Taman Baca Inovator terbentuk dari keyakinan kami bahwa minat baca yang tinggi sangat penting dalam pendidikan anak dan pembentukan karakter anak. Rendahnya budaya baca, minimnya akses untuk materi bacaan yang baik dan bermutu adalah adalah faktor utama minat baca anak-anak kita di Indonesia cukup rendah.
Selain itu, banyak sekolah belum optimal dalam menumbuhkan kebiasaan membaca bagi para siswanya. Minimnya variasi buku-buku perpustakaan di sekolah serta kondisi perpustakaan yang kurang memadai membuat perpustakaan sekolah kurang menarik untuk siswa. Faktor ekonomi tentunya juga memainkan peran penting.
Tidak jarang kami temukan anak-anak harus bekerja sebagai pencari nafkah sepulang sekolah. Hal ini tentu menyita waktu belajar serta waktu membaca anak. Kemajuan teknologi jua membuat kegiatan membaca sebagai suatu kegiatan yang dianggap membosankan. Akses ke hiburan seperti games playstation, games online, sosial media Facebook, tv dan lainnya cukup mudah didapatkan.

Jika buku adalah “jendela dunia”, maka Pendidikan adalah “pintu” untuk mencapai dunia & masa depan yang cerah.

Berkaca pada hasil penelitian tahun 2016 yang dilakukan Central Connecticut State University dan tercatat dalam data World’s Most Literate Nations (WMLN), minat baca Indonesia berada di urutan ke-60 dari 61 negara yang diteliti sehingga Taman Baca Inovator melihat bahwa pembudayaan membaca buku adalah hal yang sangat krusial untuk dilakukan.
Kondisi Indonesia yang memprihatinkan tidak hanya karena rendahnya tingkat literasi, tetapi juga makin kuatnya pengaruh pergaulan buruk ke anak-anak, seperti: rokok, minuman keras, video pornografi, tayangan kekerasan, narkoba, tawuran, mendorong Taman Baca Inovator hadir sebagai wadah bagi anak-anak agar memiliki ruang positif untuk menyalurkan energi mereka dengan kegiatan yang bermanfaat yaitu membaca di taman baca dalam keseharian, tiap pulang sekolah.
Dengan pembiasaan membaca sejak dini, anak-anak akan terhindar dari pengaruh pergaulan buruk dan juga memiliki minat baca yang tinggi, sehingga tumbuh menjadi pribadi baik yang mampu menginspirasi sekitar. Taman Baca Inovator percaya dengan mengajak semua orang terlibat dalam dunia pendidikan khususnya meningkatkan minat baca, maka kualitas pendidikan di Indonesia akan tumbuh dan terus maju.
Untuk itu Taman Baca Inovator juga mengadakan berbagai program menyenangkan untuk menarik minat anak untuk datang dan membaca. Program kegiatan kami desain berhubungan dengan buku-buku kami.



Kegiatan TBI

Pendampingan

TBI menyediakan 1.500 buku bacaan di tiap taman baca yang dikirim secara terjadwal. Demi memastikan buku tidak sekedar jadi pajangan, TBI memiliki staf warga setempat yang mengurus operasional taman baca, mengajak anak-anak hadir tiap hari & membaca.
Di samping staf, ada pengajar Bahasa Inggris, ketrampilan, dan kesenian untuk menarik minat anak-anak hadir ke taman baca tiap pulang sekolah. Taman baca dibuka tiap Senin-Sabtu pukul 09.00-17.00 waktu setempat, juga malam hari jika dibutuhkan, seperti di Musi Banyuasin & Muara Enim yang masih minim ketersediaan listrik.

Program Belajar

TBI memiliki program, program (Calistung, English Day, Art Day, silat, dan Book Club) untuk menarik anak-anak datang membaca di taman baca. Program tersebut ada yang sudah terjadwal dan ada yang dalam bentuk sekali kegiatan / event (mendongeng, motivasi pendidikan, & campaign “Ayo Membaca” dengan melibatkan relawan yang ikut mendukung kegiatan TBI.

Kemandirian

Sejak pendirian awal Ketika sebuah Taman Baca Inovator didirikan di suatu daerah, secara otomatis Yayasan TBI bertanggung jawab dalam menyediakan: 1.500 eksemplar buku, biaya operasional taman baca yang dikelola oleh staf, kelengkapan ruangan taman baca, program-program, daftar hadir yang dikontrol oleh staf setempat, pengelolaan kegiatan bersama relawan ke taman baca, dan monitoring & site visit oleh staf TBI pusat. Setelah memasuki tahun ke-3, secara bertahap Yayasan TBI akan melakukan exit strategy dengan menarik diri dari keterlibatan, tanpa mengambil kembali buku-buku dan kelengkapan lain yang pernah diberikan untuk taman baca. Oleh karena itu, yayasan akan berupaya taman baca yang ada di daerah menjadi bagian dari desa tersebut dan masyarakat luas.

Kolaborasi

Sejak pendirian awal TBI Sejak awal pendirian taman baca, Yayasan TBI melibatkan pihak desa (kepala desa), pihak sekolah (kepala sekolah di SD terdekat), dan penggerak pendidikan lokal yang turut serta bertanggung jawab mengelola perpustakaan di TBI, dan menjadi pihak saksi dalam penandatanganan surat perjanjian (MoU). Hal tersebut dilakukan agar semua pihak merasa memiliki taman baca, sehingga akan bisa terjalin kerja sama yang baik dalam menjaga keberlangsungan taman baca dan mendorong anak-anak rajin membaca.

Shaskia Ican 01




LIHAT View more
Shaskia Ican 01




LIHAT View more
Shaskia Ican 01




LIHAT View more
Shaskia Ican 01




LIHAT View more

Kau adalah kesyahduan doa dalam temaram,
harapan di antara embun dedaunan,
dan kisah yang takkan pernah usai kuceritakan.
Menantimu serupa angin yang tak tergenggam.
Mendapatkanmu seperti membaca
kiasan Tuhan yang menentramkan.